Pengertian
Ulumul Qur'an (علوم القرآن) artinya dalam bahasa Indonesia adalah ilmu-ilmu Al-Qur'an. Dari namanya saja sudah menunjukkan bahwa istilah Ulumul Qur'an merujuk kepada banyak ilmu yang terkait dengan Al-Qur'an. Ulumul Qur'an adalah istilah payung untuk semua ilmu yang berkaitan langsung dengan Al-Qur'an.
Sebagaimana diketahui, Al-Qur'an Allah turunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ berupa bacaan, bukan berupa buku fisik. Allah firmankan sendiri di Al-Qur'an,
وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَـٰبًا فِى قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ ﴿٧﴾
"Dan seandainya Kami turunkan kepadamu sebuah kitab berupa lembaran-lembaran yang dapat mereka sentuh dengan tangan mereka, niscaya orang-orang kafir akan mengatakan, 'Ini adalah sihir yang nyata.'" [QS al-An'ām: 7]
Jadi, tidak seperti Taurat yang Allah turunkan berupa fisik kitab, Al-Qur’an diturunkan berupa bacaan. Kemudian, Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat untuk menuliskannya. Saat Rasulullah wafat, seluruh Al-Qur'an sudah tertulis, meskipun belum terbukukan. Adanya wujud tertulis itu sudah cukup sebagai alasan menyebutnya al-Kitab. Maka, bacaannya disebut Al-Qur'an, tulisannya disebut al-Kitab, meskipun sebaliknya juga dapat dipakai.
Cakupan Ulumul Qur'an
As-Suyuthi menyebutkan 80 jenis Ulumul Qur'an dalam bukunya al-Itqān. Jumlah ini bukanlah batasan, apalagi ulama lain menyebutkan jumlah yang berbeda. Seiring waktu, jumlahnya juga semakin bertambah karena kepedulian umat Islam terhadap Al-Qur'an.
Pada dasarnya, ilmu-ilmu Al-Qur'an membahas lafazhnya, maknanya, sejarahnya, dan adab terhadap Al-Qur'an. Lebih jauh lagi, kita akan mengategorikan ulumul qur’an menjadi sembilan kategori. Berikut kategorinya beserta contoh macam-macam ilmu di dalamnya.
A. Adab
Adab membaca, menghafal, mempelajari dan mengajarkan Al-Qur'an
Keutamaan Al-Qur'an
Nama-nama Al-Qur'an
Karakteristik Al-Qur’an
B. Kronologi turunnya Al-Qur’an
Pengertian wahyu
Proses turunnya Al-Qur’an
Surat dan ayat yang paling awal turun
Surat dan ayat yang paling akhir turun
Makki dan madani
Ayat siang dan ayat malam
Ayat muqim dan ayat safar
Ayat musim panas dan ayat musim dingin
Sabab un-nuzūl
Naskh
C. Bacaan Al-Qur'an
Al-Aḥruf us-sab'ah
Qiroat
Ilmu tawjīh
Ṭabaqāt ul-qurrā'
Tajwid
Al-Waqf wal-ibtidā'
D. Pengumpulan teks Al-Qur'an
Biografi para penghafal Al-Qur'an
Biografi para penulis wahyu
Pengumpulan Al-Qur'an
Ilmu rasm
Ilmu ḍabṭ
Ilmu 'add ul-āy
Pembagian Al-Qur’an menjadi juz, hizb, dan rubu'
E. Kosakata Al-Qur'an
Ma'ānī il-Qur'ān
Gharīb ul-Qur'ān
Alat-alat bahasa yang harus diketahui mufassir
Al-Wujūh wan-nazhā'ir
Mubhamāt
Al-Mu'arrab (kosakata serapan)
I'rāb ul-Qur'ān
Mutasyābih lafzhī
F. Hukum dan makna terkait hukum
An-Nāsikh wal-mansūkh
Muḥkam dan mutasyābih
Majāz
Azh-Zhāhir wal-mu'awwal
Al-Mujmal wal-mubayyan
Al-'Āmm wal-khāṣṣ
Al-Muṭlaq wal-muqayyad
Ayat-ayat hukum
G. Gaya bahasa Al-Qur'an
Balaghah (retorika) Al-Qur'an
Sumpah di Al-Qur’an
Perumpamaan dan peribahasa di Al-Qur’an
Jadal (dialektika)
Munāsabāt (korelasi)
Nazhm (akurasi makna)
Kulliyāt ul-Qur'ān
H. Tafsir dan konsep terkait
Tafsir
Uṣul ut-tafsīr
Qawā'id ut-tafsīr
Metodologi tafsir
Ittijāh ut-tafsīr
Ta'wīl
Istinbāth
Tadabbur
Adab menafsirkan Al-Qur’an
Syarat-syarat mufassir
Biografi ahli tafsir
I. Al-Qur’an terhadap musuhnya
I'jāz ul-Qur'ān
Qirā'ah Ḥadātsīyah
Al-Intiṣar lil-Qur'ān
Di antara ilmu-ilmu ini, ada yang ditulis menjadi buku tersendiri, seperti ilmu qiroat dan tafsir, dan ada yang hanya merupakan topik kajian ringkas, seperti pembahasan-pembahasan makna terkait hukum.
Sebagian ilmu Al-Qur'an adalah kumpulan pengetahuan yang tidak melibatkan kajian dengan metodologi khusus. Sebagian lainnya memiliki metodologi yang sudah pakem. Namun, secara umum, ulumul qur’an bukanlah ilmu yang menuntut fiqih tingkat tinggi. Kaum muslimin dapat mempelajarinya dengan mudah.
Hubungan ulumul qur’an dengan tafsir
Dari daftar tadi dapat disimpulkan dengan mudah bahwa tafsir merupakan satu bidang dari ulumul qur'an. Jika dibandingkan dengan yang lain, tafsir adalah ilmu paling besar dan paling banyak ditulis sepanjang sejarah Islam. Ilmu-ilmu Al-Qur'an juga menjadi ilmu-ilmu yang membantu ahli tafsir mendapatkan makna-makna dari kalamullah.
Makna di dalam Al-Qur'an tidak terbatas pada makna dari lafazhnya saja. Kita memiliki banyak riwayat dari Nabi ﷺ dan para salaf tentang makna sejumlah lafazh Al-Qur'an. Namun, makna Al-Qur'an juga dapat diambil dari banyak sisi lain, seperti balaghahnya, susunan ayat dan suratnya, nazhm-nya, dan lain-lain. Inilah yang digali oleh para ulama tafsir dari zaman ke zaman. Mereka bukan meninggalkan penafsiran salaf, tetapi mengembangkannya, kecuali sejumlah tafsir menyimpang yang meninggalkan tafsir salaf, seperti tafsir bathiniyah.
Tentu masih banyak bidang ilmu Al-Qur'an lainnya selain yang penulis sebutkan di sini. Namun, daftar ini sudah memuat ilmu-ilmu paling pokok dari sekian ilmu Al-Qur'an yang ada.
Penulis telah menerbitkan buku pertamanya melalui rabbani-institute berjudul Pengantar Ulumul Qur'an: Sebuah intisari dengan tujuan menjadi buku pengenalan terhadap 30 bidang ulumul qur’an. Banyak juga penulis lain di Indonesia yang telah menerbitkan buku dengan topik ini, dengan tujuan dan metode penulisan yang beragam. Semoga tulisan ini dapat menjadi pembuka bagi pembaca yang akan menjelajahi khazanah ilmu-ilmu Al-Qur'an, serta menyelami lautan makna kalamullah.