← Beranda

Panduan penulisan · Rabbani Institute

Pedoman Transliterasi

Acuan penulisan huruf dan kata bahasa Arab dalam huruf Latin, termasuk penggunaan diakritik, penulisan nama, dan bentuk-bentuk khusus.

Transliterasi dasar

Transliterasi dasar, kelompok 1
HurufTransliterasi
ء‘
بb
تt
ثts
جj
خkh
دd
ذdz
رr
Transliterasi dasar, kelompok 2
HurufTransliterasi
زz
سs
شsy
ع‘
غgh
فf
قq
كk
لl
Transliterasi dasar, kelompok 3
HurufTransliterasi
مm
نn
هh
وw
يy
ـَـa
ـِـi
ـُـu
ةt / h

Catatan

  • Hamzah tidak ditransliterasikan jika berada di awal kata.
  • Tā’ marbūṭah ditransliterasikan h jika berada di akhir kalimat.

Nama & selain nama

Terdapat beberapa huruf yang transliterasinya dibedakan berdasarkan apakah untuk nama atau selain nama. Huruf-huruf tersebut ketika dipakai pada kata-kata selain nama akan menggunakan tanda diakritik.

Karena tanda diakritik tidak dipakai pada penulisan nama penulis di daftar pustaka, maka untuk keserasian, semua nama orang yang ditulis pada tubuh teks juga tidak akan mendapat tanda diakritik. Selain itu, transliterasi yang digunakan untuk nama juga mempertimbangkan penggunaan umum pada sumber-sumber yang telah terbit. Cara ini dimaksudkan untuk memudahkan pembaca menemukan sumber referensi yang telah terbit.

Huruf dengan perbedaan transliterasi
HurufNamaSelain nama
حhḥ
صshṣ
ضdhḍ
طthṭ
ظzhẓ
ـَا / ـَىaā
ـِيْiī
ـُوْuū
ـَيْaiay
ـَوْauaw
ـِيّiyyīy

Huruf ‘ayn yang mengawali sebagian nama bisa tidak ditransliterasikan untuk mengikuti penggunaan umum. Contoh: Abdullah, Abdurrahman, Umar.

Hamzah waṣl

Pada alif-lām ta’rīf

Hamzah waṣl pada alif-lām ta’rīf
TransliterasiKondisiContoh ArabContoh Latin
aNamaمحمد الأمينMuhammad al-Amin
aDi awal kalimatالحمد للهAl-Ḥamd lil-Lāh
aKata sebelumnya berakhiran fatḥah atau alifنزل القرآنNazal al-Qur’ān
iKata sebelumnya berakhiran kasrah atau ya’ sukūnرب العالمينRabb il-‘ālamīn
uKata sebelumnya berakhiran ḍammah atau waw sukūnحرز الأمانيḤirz ul-Amānī
Tidak ditransliterasikanDidahului oleh huruf ب ت ف ك ل و فيبالحقbil-ḥaqq

Pada isim

Hamzah waṣl pada isim
TransliterasiKondisiContoh ArabContoh Latin
iSemua kondisiالاستنباطal-istinbāṭ

Pada fi’il

Hamzah waṣl pada fi’il
TransliterasiKondisiContoh ArabContoh Latin
iHuruf ketiganya berharakat fatḥah atau kasrahاهدناihdinā
uHuruf ketiganya berharakat ḍammahأن اعبدوا اللهan u’budū ul-Lāh
Tidak ditransliterasikanMendapat awalan huruf و ف لفارهبونfarhabūn

Lām ta’rīf

Jika bertemu huruf-huruf iẓhār qamarīyah, maka lām ta’rīf ditransliterasikan l-. Jika bertemu huruf-huruf idghām syamsīyah, maka ditransliterasikan sesuai huruf-huruf idghām tersebut, diikuti tanda hubung.

Iẓhār
ArabLatin
القمرal-qamar
الكتابal-Kitāb
اليومal-yawm
Idghām
ArabLatin
الشمسasy-syams
الصراطaṣ-ṣirāṭ
الليلal-layl

Harakat huruf terakhir

Harakat huruf terakhir, baik isim maupun fi’il, tidak ditulis, kecuali pada hā’ ḍamīr.

Iḍāfah

  • Iḍāfah ke lafazh jalalah, maka ditulis bergandeng tanpa tanda pemisah. Misal, كتاب الله ditransliterasikan kitābullāh.
  • Iḍāfah pada penulisan nama, untuk laqab (seperti جلال الدين), abu yang diikuti kata dengan alif-lam (seperti أبو الحسن), dan abdu (seperti عبد الرحمن dan عبد الله), ketiganya ditulis bergandeng tanpa tanda pemisah.
  • Iḍāfah kata ابن ditransliterasikan ibn dan بن ditransliterasikan bin. Iḍāfah ابن dan بن pada penulisan nama dapat menyelisihi pedoman ini untuk mengikuti penggunaan umum.

Ketentuan penulisan

Nama penerbit

Pada penulisan sumber sitasi maupun daftar pustaka, transliterasi nama penerbit buku dapat ditulis secara fleksibel, tanpa terlalu terikat dengan pedoman transliterasi ini.

Kata serapan & huruf miring

Kata-kata bahasa Arab yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia dapat menggunakan kata-kata dengan ejaan baku, seperti Allah, Muhammad, Al-Qur’an, kiblat, dan rida. Transliterasi yang bukan ejaan baku harus ditulis miring, kecuali pada judul bab atau judul bagian.

Nama surat Al-Qur’an

Nama surat Al-Qur’an ditulis miring hanya jika dipakai dalam konteks kutipan, istilah, dan judul; selainnya ditulis tegak.

Kembali ke atas ↑
Butuh bantuan?